Rincian Biaya Topup Saldo OVO Terbaru

Rincian Biaya Topup Saldo OVO Terbaru

OVO selalu memperbarui kebijakannya setiap beberapa bulan sekali. Biasanya terdapat suatu notif dari aplikasi ketika hal ini terjadi. Dan jika dihitung, ada banyak sekali kebijakan yang telah diubah semenjak awal kali OVO ini dirilis.

Terutama pada sisi biaya. Dulunya di OVO pengguna bebas men-transfer uang ke bank tanpa dipungut biaya selama 10 kali, tapi itu telah ditiadakan dan biayanya kini sekitar Rp2.500. Tapi dalam pembaruan di pertengahan tahun 2021, hal yang kurang diminati sebenarnya adalah biaya topup di OVO.

Melakukan topup kini harus dikenakan biaya, walau nominalnya terbilang sedikit, namun itu kurang bagus diterapkan mengingat dompet online lainnya tidak menrapkan hal yang sama. Dan disini akan saya bagikan rincian biaya topup OVO terbaru.

Rincian Biaya Topup di OVO

Berikut ini biaya admin untuk melakukan topup saldo OVO Cash:

Bank BCA, BNI, BRI, CIMB Niaga, Mandiri, Nobu, dan Permata: Rp1.000
Bank Lainnya: Rp1.500
Kartu debit melalui aplikasi OVO: 2%
Tokopedia: Rp1.000
Driver Grab: Gratis

Kebijakan ini sewaktu-waktu bisa saja terjadi, namun akan terus diperbarui pada halaman ini. Jadi kesimpulannya biaya topup gratis saat ini hanya bisa digunakan khusus untuk driver grab saja. Semoga saja sewaktu-waktu terdapat pembaruan untuk mengembalikan biaya topup gratis seperti dahulu.

Pengguna Mendapatkan Notif Biaya Topup Setelah Saldo Masuk

Biaya admin untuk melakukan topup OVO Cash akan langsung muncul sebagai notif. Jadi jika biasanya hanya ada satu notif terkait saldo masuk berhasil, kini akan ada dua notif yang menampilkan biaya topup sesuai dari metode yang kamu gunakan.

Notif Biaya Topup di OVO

Baca juga: Cara Beli dan Jual Reksa Dana di OVO

Kesimpulan

Setiap perubahan dari kebijakan OVO selalu berpengaruh pada biaya admin didalam aplikasi. Jika biaya kirim uang, mungkin itu adalah hal yang lumrah. Tapi untuk biaya topup, hal ini yang membuat pengguna kurang minat terhadap dompet OVO lagi.

Menurut saya biaya topup ini sedikit meresahkan bagi beberapa pengguna, khususnya bagi yang sering menabung untuk reksa dana. Jadi bagaimana menurut kamu? tuliskan itu di kolom komentar dibawah.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.