≡ Menu

Tips Mengecek Keaslian Ponsel untuk Menghindari Replika

Apakah kamu ingin membeli ponsel namun takut mendapatkan replika atau super copy? Sebenarnya hal seperti itu dapat dicegah dengan mudah ketika membeli melalui toko ponsel di sekitar. Tapi berbeda jika ingin membeli secara online, dimana kita tak bisa melihat langsung kondisi ponselnya seperti apa.

Apalagi saat ini ponsel replika tak hanya terlihat mirip pada bentuknya saja, tapi juga dosbook dan juga dalaman ponsel yang nyaris sama. Tapi meskipun begitu, terdapat perbedaan yang menonjol, yaitu dari sisi spesifikasi dan tentunya nomor IMEI.

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghindari mendapatkan ponsel replika, HDC, atau super copy. Ini tidak sulit dan hanya membutuhkan ketelitian saja. Silakan langsung simak mulai dari yang pertama.

Baca juga: Begini Cara Mengecek Spesifikasi Lengkap HP Android

Tips Mengetahui Keaslian Ponsel

1. Cek Nomor IMEI

Cara paling mudah dan ampuh untuk mengetahui keaslian ponsel adalah mengecek nomor IMEI yang tersedia di dosbook. Silakan cek terlebih dahulu melalui situs IMEI.INFO. Dan nantinya disana akan ditampilkan jenis ponsel apa yang sesuai dengan nomor IMEI yang ditulis.

Mengecek Informasi Nomor IMEI

Jika sekiranya muncul notif INVALID, berarti ponsel tersebut memang palsu. Namun jika muncul informasi yang sesuai dengan ponselnya, tentunya itu benar asli. Dan ada baiknya untuk mengecek seluruh Nomor IMEI apabila terdapat 2 slot SIM untuk memastikan lebih baik.

2. Menanyakan Langsung Kepada Penjual

Tips selanjutnya yang juga sederhana adalah menanyakan langsung ke penjual mengenai keaslian ponsel. Baik membeli di toko sekitar maupun online, sangatlah wajib untuk bertanya apakah ponsel yang didapatkan benar original atau justru palsu.

Menanyakan Kepada Penjual Terhadap Keaslian Ponsel

Penjual takkan berani mengatakan “asli” untuk barang yang palsu, sebab itu termasuk melanggar hukum. Jadi biasanya penjual akan langsung mengatakan secara blak-blakan apabila itu ponsel replika, super copy, atau sejenisnya.

3. Selalu Meneliti Deskripsi Produk (Khusus Beli Online)

Jika kamu hendak membeli ponsel secara online, selalu cek deskripsi pada produk yang ingin dibeli. Karena meski judulnya tampak seperti jualan ponsel original, namun kadang itu tidak sesuai pada deskripsinya.

Jadi samakan spesifikasi ponsel aslinya dengan yang tampil pada deskripsi produk. Dan apabila tampak berbeda jauh, berarti itu palsu dan urungkan untuk membelinya.

4. Pastikan Harganya Masuk Akal

Harga ponsel replika, HDC, dan sejenisnya rata-rata dibanderol 1 jutaan. Inilah yang harus diperhatikan ketika ingin membeli ponsel yang murah. Karena jika kamu tergiur dengan harga yang murah, tentu saja nasibnya akan mendapatkan ponsel palsu.

Harga Ponsel Palsu yang Tidak Masuk Akal

Untuk itu, silakan cek-ricek terlebih dahulu sebelum membeli ponsel yang murah, apalagi jika itu ponsel flagship, tentunya harganya tak mungkin semurah itu.

5. Cek Spesifikasi dengan CPU-Z

Berhubungan ponsel baru biasanya masih disegel atau istilahnya BNIB, jadi tips ini hanya dikhususkan apabila kamu ingin membeli ponsel ex atau second saja. Sebelum mencobanya, jangan lupakan cara yang pertama, yakni mengecek nomor IMEI.

Dan untuk lebih memastikannya lagi, silakan pasang aplikasi CPU-Z dan kemudian lihat spesifikasi ponselnya apakah sesuai dengan yang aslinya. Jangan hanya melihat dari sisi RAM saja, tapi juga Chipset dan GPU. Selain itu tes juga seluruh sensornya untuk mengetahui berfungsi tidaknya.


Baca juga: Tips Membeli Kabel Data yang Berkualitas dan Awet

Itu saja beberapa tips yang dapat kamu pelajari untuk menghindari ponsel palsu. Sebenarnya cara pertama saja sudah cukup ampuh untuh mengetahui keaslian ponsel, dan tips sisanya bisa dilakukan untuk memastikan lebih baik lagi.

Apabila kamu memiliki tips selain diatas, ada baiknya untuk membagikannya di kolom komentar supaya dapat membantu banyak orang untuk mendapatkan ponsel original dan bukan replika, HDC, atau super copy.

Semoga bermanfaat

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment