≡ Menu

Tips Mempercepat Proses Render di Blender

Blender adalah program 2D dan 3D Modelling yang bisa digunakan secara gratis. Banyak sekali pembelajaran mengenai program tersebut untuk membuat suatu objek, animasi, dan lain sebagainya, salah satunya adalah di Youtube.

Satu hal yang membuat malas ketika mendesain objek 3D adalah proses rendernya. Ini akan membutuhkan waktu yang lama tergantung dari durasi animasi yang dibuat, dan tentunya membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi untuk mempercepat prosesnya.

Sekarang ini terdapat dua jenis render yang bisa digunakan di Blender, yaitu Eeve dan Cycle. Keduanya memiliki perbedaan tersendiri, namun Cycle jauh lebih sempurna untuk pembuatan objek yang realistis. Sedangkan Eeve lebih cocok diterapkan untuk video game.

Tips Mempercepat Proses Render di Blender

Cara Mempercepat Proses Render di Blender

Eeve tidak membutuhkan waktu yang lama untuk me-render satu frame. Sedangkan Cycle berbeda, kadang butuh waktu 5 kali lipat dari Eeve. Tapi tentunya ada cara untuk mempercepat proses tersebut, silakan simak dengan baik mulai dari sini.

1. Gunakan GPU daripada CPU

Kemampuan GPU lebih baik dibandingkan CPU untuk proses rendering. Sebagai contoh jika memakai CPU memakan waktu 10 menit, sedangkan apabila menggunakan GPU hanya perlu 30 detik saja. Tapi itu juga tergantung dari seri GPU yang digunakan.

Menggunakan GPU di Blender

Dan apabila komputer memiliki GPU ganda, akan lebih baik untuk diaktifkan semuanya melalui Pengaturan Blender. Dengan begitu proses render akan 2x lebih cepat dari biasanya.

2. Mengubah Ukuran Tiles

Sudah tahu belum apa itu tiles? Itu adalah kotak kecil yang muncul ketika proses rendering berlangsung. Sebenarnya tile akan langsung diatur otomatis dari resolusi frame. Namun kamu juga bisa mengubahnya.

Untuk mengubahnya, itu berada dibagian Render Properties > Performance > Tiles.

Ubah Ukuran Tiles di Blender

Dari beberapa tes yang Saya lakukan, mengatur tiles lebih besar hasilnya semakin cepat. Namun itu tidak harus terlalu besar, karena akan mengakibatkan program crash apabila komputer tidak kuat.

Jadi sebagai contohnya apabila sebelumnya ukuran tiles adalah 128, cobalah untuk menaikkan menjadi 256 dan lihat hasilnya.

3. Menurunkan Pantulan Cahaya

Jika terlalu banyak objek yang membutuhkan pantulan cahaya, itu akan memperlambat proses render. Jadi yang harus kamu lakukan adalah ber-eksperimen dengan pengaturan pantulan cahaya di Blender.

Itu berada dibagian Render Properties > Light Paths > Max Bounces.

Menurunkan Max Bounces

Jika secara default diatur sebagai 12, coba kurangi menjadi 10. Semakin rendah pantulan cahaya, maka semakin cepat proses rendernya.

Baca juga: Cara Memaksa Suatu Program Memakai GPU Nvidia

4. Kurangi Samples dan Gunakan Denoise Node

Semakin tinggi samples akan membuat hasilnya sangat detail, sementara itu jika samples diatur cukup rendah akan menghasilkan noise atau keburaman pada objek yang sekiranya butuh cahaya lebih.

Tapi mengatur samples yang tinggi akan membuat proses rendering lebih lama. Walau itu sepadan dengan hasilnya, akan tetapi ada cara alternatif untuk membuat samples yang rendah memiliki hasil yang nyaris sama dan pastinya tidak sampai buram.

Yaitu menggunakan Denoise Node. Untuk menerapkannya, silakan ke bagian Compositing, dan pastikan telah memberi centang pada Use Nodes Lalu klik SHIFT+A dan pilih Filter > Denoise. Tambahkan diantara Render Layers dan Composite.

Mempercepat Proses Render di Blender

Sekarang cobalah me-render satu frame dengan samples yang lebih rendah dari biasanya, pasti takkan ada keburaman lagi dan hasilnya pun juga bagus. Tapi pastikan tidak mengatur samples terlalu rendah guna melindungi kualitas gambar.

Jika tidak tahu letak mengatur samples, itu berada dibagian Render Properties > Sampling > Render.

Itu saja beberapa tips yang dapat kamu coba untuk mempercepat proses render di Blender. Sebenarnya masih ada satu lagi, yaitu menggunakan render farm, tapi mengingat harganya yang terlalu mahal, maka itu tidak dicantumkan diatas.

Apabila sekiranya kamu memiliki tips yang lain, sangat dipersilakan untuk menambahkannya di komentar.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment