≡ Menu

Tips Supaya Kiriman di Facebook Tidak Dianggap SPAM

5 Tips Supaya Kiriman di Grup Facebook Tidak Dianggap SPAM

Untuk sekarang ini, Facebook tidak hanya dipakai untuk berkomunikasi sesama teman saja. Tapi juga dipakai untuk melakukan hal yang lebih daripada itu. Contohnya seperti berjulan dan membagikan produknya di grup yang membahas dengan topik yang sama.

Namun sebuah akun Facebook juga banyak disalah gunakan dalam melakukan promosi di grup yang mana sistem Facebook akan menganggapnya sebagai tindakan SPAM. Dan sistem Facebook sangat benci terhadap hal yang berbau otomatis, apalagi menganggu kenyamanan pengguna lain.

Sebenarnya untuk mencegah supaya kiriman tidak dianggap sebagai sampah oleh sistem sangatlah mudah. Yaitu tidak berlebihan dalam membagikannya. Dengan maksud adalah melakukan promosi dengan cara yang sehat. Dan berikut ini beberapa tips yang bisa dipelajari.

Baca juga: Cara Mencari Kiriman Orang di Grup Facebook

1. Tidak Perlu Menggunakan Bantuan Pihak Ketiga

Memakai bantuan pihak ketiga dalam mengirimkan postingan di banyak grup dalam waktu sekaligus bukanlah cara yang bagus untuk berpromosi. Memang dengan cara ini pengguna bisa merasakan bahwa terdapat tindakan lebih banyak, tapi tidak lama kemudian kiriman akan ditandai sebagai spam secara otoamtis oleh sistem.

Dan parahnya lagi, akun kadang akan diblokir sementara sehingga tidak dapat membagikan kiriman lagi sampai waktu yang ditetapkan. Dan apabila pengguna terus melanggar kebijakan Facebook terkait hal ini, akun dapat ditumbangkan suatu saat atau dengan maksud diblokir permanen.

2. Jangan Mengirimkan ke Banyak Grup dalam Waktu Dekat

Tak masalah jika membagikan kiriman kedalam “dua” grup dalam waktu dekat. Tapi jangan melakukan hal ini lebih dari “lima” grup, sebab tindakan itu tidak akan ditoleransi oleh sistem dan akan langsung dianggap sebagai postingan tidak berguna.

3. Selalu Menggunakan kalimat yang Sama

Sekali kiriman ditandai sebagai SPAM, maka sistem akan mengingat kalimat yang pengguna lontarkan tersebut. Sehingga jika pengguna mengirimkan lagi atau bahkan orang lain yang melakukannya, itu akan tetap saja.

Cara untuk terhidar dari algoritma ini adalah mengetik setiap kiriman secara manual dan pastinya dengan kalimat yang berbeda dari sebelumnya. Akan lebih bagus jika pengguna membuat posting yang berbeda-beda pada setiap grup.

4. Kemungkinan Tautan Telah Masuk ke Daftar Hitam Facebook

Sistem Facebook dapat mendeteksi secara rinci terhadap link atau tautan yang pengguna bagikan. Bahkan tidak hanya digrup saja, tapi jika pengguna bagikan di status pun juga akan ditandai sebagai SPAM.

Tak ada solusi untuk masalah ini selama tautan itu diblokir oleh Facebook, maka segala kiriman yang mengandung link tersebut tidak akan diterima. Sehingga jika pengguna mencoba membagikannya di grup, sangat besar kemungkinan kiriman tersebut akan terdeteksi dan segera dihapus oleh pengurus grup.

Baca juga: Cara Menyimpan Kiriman di Facebook

5. Menerapkan Tehnik Menyimpan Kiriman

Untuk apa melakukan posting terus-menerus di grup Facebook apabila pengguna bisa membuat kiriman itu seolah baru dibagikan. Dan caranya sangat mudah, yakni pengguna hanya perlu menyimpan kiriman tersebut dan untuk membuatnya diposisi atas grup, cukup komentari sendiri.

Pengguna bisa mengomentari dengan kata “up” atau “bump” atau terserah. Karena setiap komentar yang hadir, akan membuat kiriman tersebut merambat di posisi teratas. Sampai saat ini hanya tehnik ini yang paling aman dari pendeteki SPAM di Facebook.

Kesimpulan

Facebook tidak akan menganggap kiriman sebagai tindakan yang salah selama pengguna melakukan promosi di grup-grup yang terkait dengan produk yang dibagikan. Dan biasanya setiap grup juga memiliki peraturan tersendiri dimana tidak diperbolehkan jual-beli dan sebaiknya pengguna harus menaati peraturan tersebut untuk melancarkan promosi.

Sebab jika pengguna melanggar ketentuan yang dibuat oleh pengurus grup. Besar kemungkinan banyak anggota yang akan melaporkan kiriman itu ke Facebook dan ini berdampak pada akun.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment