≡ Menu

Cara Mengoptimalkan Situs WordPress pada Shared Hosting

Cara Mengoptimalkan Situs WordPress pada Shared Hosting

Membuat website yang baru memang membutuhkan modal. Tapi bukan berarti modal yang langsung besar apabila website itu nantinya dipakai untuk menghasilkan uang tambahan. Adapun orang yang lebih suka menikmati layanan gratis seperti membuat situs web pada Blogger atau Blogspot, namun kembali ke bentuk fitur, pasti beberapa orang merasa kesulitan membuat website disana dikarenakan fitur yang terbatas.

Maka dari itu banyak sekali orang yang memakai WordPress Self-Hosted yang memiliki fitur jauh lebih banyak ketimbang Blogger. Dengan bantuan WordPress, siapapun dapat membuat website semau mereka, baik itu sekedar blog atau bahkan online shop karena ada banyak pengaya yang siap membantu dan tentunya gratis.

Kembali lagi ke masalah modal, jika situs web itu masih baru dan intinya dibuat dari nol, bakal butuh sebuah server yang tidak terlalu besar. Ini adalah cara pintar bagi pengguna supaya tidak rugi nantinya. Sebab jika memilih server mahal akan tetapi pengunjung tak sebanyak yang diperkirakan, maka itu hanyalah sia-sia.

Baca juga: 4 Cara Atasi Tak Bisa Menambah Plugin di WordPress

Dan orang akan memilih shared hosting untuk permulaan sebuah situs yang baru. Hal itu dikarenakan biaya server yang terjangkau tapi juga harus melihat dari sisi kebutuhan. Misalnya storage dan bandwidth. Sehingga Saya lebih menyarankan pengguna memilih dulu shared hosting yang dirasa cukup. Saran Saya adalah Namecheap dan pengguna hanya perlu membayar $10 saja setiap tahunnya.

Mengoptimalkan Situs WordPress di Shared Hosting

Dari berbagai hal yang ada di WordPress, entah mengapa Saya lebih menyukai dari sisi pengaya atau plugin yang membantu membuat situs lebih baik dari sebelumnya. Nah kebanyakan dari yang akan Saya bagikan kali ini akan menyangkut ke pengaya tersebut.

  • Menggunakan Plugin Cache – Adalah sebuah kewajiban bagi seluruh pengguna shared hosting untuk menggunakan plugin cache ini guna membuat CPU tetap dibawah rata-rata. Yang Saya unggulkan adalah plugin W3 Total Cache.
  • Tidak Memakai Plugin Statistik – Jika itu hanyalah statistik yang menghitung pengunjung, maka pengguna tak perlu memakai sebuah plugin lagi. Karena pengguna bisa memakai Google Analystic yang sepenuhnya gratis. Sebab plugin statistik hanya menyebabkan server overload atau kelebihan beban.
  • Tak Memakai Plugin Terlalu Banyak – Selain senang adanya banyak pengaya yang membantu, namun parahnya banyaknya plugin ini berpengaruh buruk untuk situs web. Kenapa bisa begitu? Karena plugin itu selalu beroperasi yang mana membuat segalanya harus berjalan sesuai yang diinginkan plugin.

    Contohnya seperti plugin untuk menampilkan tombol share, padahal pengguna sebenarnya bisa melakukan itu tanpa perlu plugin lagi dan hanya mengubah sedikit pada template.

  • Mengompres Setiap Gambar – Dikarenakan setiap gambar memiliki ukuran yang tak menentu, sebaiknya pengguna berencana untuk mengompres seluruh gambar yang ada pada situsnya. Sebab gambar dengan ukuran yang tinggi hanya akan membuat bandwidth meningkat.

    Selain itu, mengompres gambar juga dapat membantu mempercepat situs.

  • Terapkan Metode Combine + Minify – Kelebihan dari minify ini adalah membuat website semakin cepat, tapi jika ditambah dengan combine atau bisa disebut menyatukan, maka cara ini akan menurunkan CPU Usage akibat banyaknya file yang dibuka dalam satu waktu.

    Misalnya sebelumnya terdapat pengunjung yang membuka situs, maka pengunjung itu diharuskan memuat banyak berkas Javascript dan CSS untuk bisa menampilkan laman, akan tetapi jika sudah disatukan, pengunjung hanya akan memuat sedikit berkas statis saja.

  • Guanakan Cloudflare CDN – Faktanya banyak sekali situs yang terbantu oleh Cloudflare ini karena dapat membuat website tetap aman dan juga terhindar dari BOT. Selain itu dengan memakai Cloudflare juga akan mempercepat situs.

    Fitur Cloudflare biasanya juga disediakan oleh penyedia hosting, tapi jika tidak ada, berarti pengguna harus menerapkan secara manual.

Hanya perlu menerapkan sedikit cara diatas dan Saya jamin website pengguna yang terdapat di shared hosting akan tetap awet dan tak akan ditangguhkan akibat kelebihan beban atau lain-lain.

Mengapa Harus Memakai Plugin Cache?

Metode cache sangatlah dibutuhkan untuk membuat server dingin dan CPU tak cepat meningkat. Biasanya di sebuah plugin cache juga terdapat fitur pre-loading dan Saya rasa untuk pengguna shared hosting itu tak perlu diaktifkan karena hanya akan membani saja akibat sistem yang akan membuat berkas cache otomatis dari semua halaman meski sesuai waktu yang ditetapkan.

Menggunakan metode cache memang ada kekurangannya, akan tetapi lebih banyak kelebihan terhadap pengaruh kestabilan server. Saya tidak menyuruh pengguna untuk memakai W3 Total Cache, sebab itu hanya saran saja. Ada banyak pengaya yang sama seperti itu dan juga memiliki fitur lebih bagus lagi, pengguna hanya perlu memilih sesuka hati.

Baca juga: Tips Memilih Hosting yang Tepat untuk Blog WordPress

Kesimpulan

Cara diatas boleh saja tidak dilakukan semuanya dan dijalankan sebagian saja karena itu masih menjadi hak pengguna. Hingga ketika website pengguna telah memiliki ratusan ribu pengunjung, itu adalah saat yang tepat untuk meng-upgrade server ke dedicated.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment