≡ Menu

Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

Banyak cara yang dapat digunakan untuk menarik pengunjung melalui mesin pencari Google. Salah satunya adalah mengetahui keyword yang tepat dan sekiranya saingannya sedikit sehingga website yang kita miliki dapat diberi kesempatan untuk mendapatkan posisi utama.

Keyword Planner adalah alat yang tepat untuk melakukan itu. Sebenarnya fitur tersebut tidak dikhususkan untuk para blogger, akan tetapi dipakai untuk para pengiklan yang memakai Google Adwords, jadi mereka bisa melihat seberapa tinggi harga perklik pada suatu pencarian yang ada.

Tapi fitur tersebut diperuntungkan oleh para blogger untuk mencari ide membuat artikel yang sedang trending di tahun atau bulan ini. Sehingga artikel yang dibuat tidak akan sia-sia dan selalu ada yang membaca.

Baca juga: Beberapa Hal Yang Dibenci Google Terhadap Website

Cara Mendaftar Google Adwords untuk Memakai Fitur Keyword Planner

Sehubungan ini adalah fitur gratis pada Google Adwords, maka pengguna perlu mendaftar terlebih dahulu sebelum dapat menikmati fitur tersebut. Dan untuk mendaftar di Google Adwords tidak bisa dikatakan awuran, sebab ada langkah tersendiri supaya tidak terjebak disuatu tempat. Langsung simak berikut ini cara mendaftar di Google Adwords.

  1. Kunjungi situs Google Keyword Planner. Klik pada tombol Mulai Sekarang.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  2. Akan muncul halaman utama pendaftaran, disini pengguna tidak perlu mengisi kolom. Jadi cukup teruskan dengan menekan link bernama “Tidak usah gunakan pembuatan akun terpandu ini.” atau “Skip the guided setup.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  3. Lalu sekarang cukup mengisikan waktu dan mata uang. Isikan sesuai seperti gambaran ini.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  4. Selesai, sekarang pengguna sudah bisa mengakses Google Keyword Planner melalui tab Tools yang ada dibagian atas.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

Diatas hanyalah contoh mendaftar saja. Pastikan pengguna mengikuti dengan benar tata cara diatas supaya tidak tersesat nantinya. Sebab jika salah sedikit pada langkah kedua dan pengguna malah menuliskan URL situs, disitulah pengguna tak bisa kembali dan harus memakai akun Google yang lainnya.

Cara Menggunakan Keyword Planner dengan Benar

Tahap ini sebenarnya juga memerlukan sedikit ide untuk membuat keyword itu tampak lebih baik dan pastinya akan memiliki saingan/kompetitor yang rendah. Agak sulit untuk awalan, akan tetapi lama-kelamaan akan mudah dengan sendirinya.

  1. Di halaman Keyword Planner, tekan opsi bernama Search for new keyword using a phrase, website or category. Maka akan muncul kolom dibawahnya.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  2. Pada kolom bernama Your product or service isikan dengan ide yang penguna miliki. Misalnya Cara mengatasi koneksi lambat.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  3. Dan para bagian Targetting pilih Indonesia, sekaligus dengan bahasanya. Kemudian lanjutkan dengan menekan tombol Get Ideas.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

  4. Tunggu sampai loading selesai dan beberapa keyword yang bagus akan tampil. Disana juga diberitahukan seberapa sering keyword itu dicari di Google, kompetitor, dan bahkan harga perklik juga.

    Tutorial Menggunakan Keyword Planner di Google Adwords

Bagaimana, mudah sekali kan? Sebagai saran yang baik, pilihlah keyword yang banyak dicari perbulannya dan tentunya yang memiliki saingan yang sedikit. Dengan begitu pengguna bisa mendapatkan apa yang diharapkan dalam membuat artikel.

Baca juga: Tips Supaya Tidak Kehabisan Ide untuk Membuat Artikel

Kesimpulan

Artikel yang memakai Bahasa Indonesia tidak perlu mencari keyword yang memiliki CPC yang tinggi, sebab itu sangat jarang sekali. Kecuali jika pengguna bermain di artikel Bahasa Inggris, tentu hal itu tidak mustahil untuk dilakukan.

Dan soal penempatan keyword tersebut, pengguna bisa memasangnya pada judul atau sub-heading yang ada di artikel. Tapi Saya rasa paling bagus ditanam pada sub-heading saja karena beberapa keyword tidak cocok dipakai untuk judul dikarenakan terlalu pendek atau kurang pas.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment