≡ Menu

Penyebab Munculnya 508 Resource Limit is Reached pada Website

Penyebab Munculnya 508 Resource Limit is Reached pada Website

Situs yang telah memiliki banyak pengunjung, lama-kelamaan akan memerlukan sedikit penambahan pada sisi servernya untuk menampung banyaknya pengunjung tersebut. Ada caranya supaya server tidak terlalu terbebani akibat pengunjung, salah satu cara terbaik adalah menambah tehnik cache. Jadi pengunjung yang datang tidak mengeksekusi banyak kode dan memakai berkas cache pada suatu berkas HTML saja.

Biasanya, hosting memiliki kelebihan tersendiri, ada yang dapat menampung pengunjung yang online lebih dari 100 per detik, adapula yang tidak dapat mengatasi hal tersebut. Dan ketika hosting tak bisa menampungnya, maka akan muncul sebuah notifikasi 508 Resource Limit is Reached.

Hal tersebut bisa datang dari berbagai sudut, tapi paling banyak datang dari yang telah penuh.

Penuhnya Entry Processes bisa menyebabkan munculnya kesalahan 508 tersebut. Untuk menguranginya ada beberapa cara yang Saya sarankan dari penyebabnya. Tapi ini tak akan bisa bekerja sepenuhnya apabila masalahnya datang dari sudut yang lain, misalnya server sedang melakukan upgrade oleh penyedia hosting, maka hal tersebut memang wajar terjadi dan pengguna bisa berkonsultasi langsung dengan penyedia hosting untuk membenarkan masalahnya.

Baiklah, berikut ini penyebab dari 508 Resource Limit is Reached yang tampil pada website.

  1. Script External – Jika pengguna merasa baru-baru ini memasang script atau Javascript external, cobalah mengecek dahulu URL tujuan apakah dapat dibuka atau justru tak dapat dibuka, jika tak dapat dibuka dengan baik, hal tersebut bisa mempengaruhi performa website karena biasanya loading atau proses memuat tidak kunjung selesai.
  2. Plugin Statistik Internal – Apabila pengguna memakai sebuah WordPress atau suatu mesin website yang memiliki fitur analistik internal yang mana itu menghitung setiap pengunjung dari sisi peramban, IP, lokasi dan lain-lain, cobalah untuk mematikannya.
  3. Melebihi Batas Fitur – Contohnya apabila pengguna menggunakan situsnya untuk mengirim 10ribu atau lebih pesan email yang mana itu adalah aktivitas spam, maka munculnya HTTP 508 ini sangat yakin akan terjadi atau paling tidak websitenya langsung ditangguhkan.
  4. Aktivitas DDOS – Baik itu website yang terkena ddos atau justru websitenya yang dipakai untuk melakukan ddos. Sangat jelas masalah ini akan terjadi begitu saja.
  5. Kesalahan Kode yang Berulang – Jika pengunjung website sudah sangat banyak sekali namun di websitenya terdapat kesalahan kecil yang terus berulang-ulang, dan apabila reporting error tidak dinonaktifkan, akan menyebabkan berkas error_log menjadi sangat tinggi dan terus bertambah sampai kapasitas yang diluar batas.
  6. Server Melakukan Upgrade/Peningkatan – Biasanya suatu layanan hosting yang merenacanakan untuk melakukan peningkatan atau perpindahan server, website yang terdapat pada server tersebut akan down untuk beberapa saat. Tapi ada pula yang masih aktif hanya saja masih tak stabil dan menyebabkan masalah itu muncul.

Hanya itu saja yang bisa Saya berikan untuk masalah ini. Pengalaman Saya sendiri ketika mendapati masalah 508 ini ketika memasang script external yang URLnya tak dapat diakses. Jadi website yang Saya tuju tetap saja memuat dan tak ada habisnya dan lama-lama muncul kesalahan 508 tersebut.

Dan maksud dari penyebab nomor dua diatas Saya rasa semua pengguna sudah mengerti, tapi bukan berarti plugin statistik seperti Google Analystic, karena itu masih menggunakan server Google untuk mengambil datanya.

Tapi seperti plugin Slimstat yang mengambilnya langsung dari sistem server website dan jika pengguna memakai shared hosting, lebih baik plugin tersebut dimatikan saja supaya hal ini tak terjadi.

Baca juga: Cara membuat subdomain baru pada DNSimple

Contoh dari melebihi batas fitur yang dimaksud diatas adalah mengirim ribuan email, hal tersebut mengandung unsur spam yang tinggi apabila mengirim puluhan ribu pesan ke satu alamat surel saja.

Tapi bukan berarti hanya memakai fitur email saja, contoh lainnya adalah scraping website yang berulang. Atau biasanya disebut sebagai ngegrab website, itu beresiko tinggi masalah tersebut akan terjadi tapi masih bisa diatasi dengan tehnik cache. Ingin menambahkan yang lainnya? Silahkan berkomentar.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment