≡ Menu

Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film Ditonton untuk Anak-Anak

Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film untuk Anak-Anak dan Keluarga

Menonton suatu film bersama-sama dengan keluarga memang sangat menyenangkan karena kita dapat terhibur dengan orang yang sangat dekat dalam kehidupan kita serta membuat jalinan hubungan semakin erat. Adanya film berkategori family memang dikhususkan bagi para keluarga yang ingin menonton bersama dikarenakan tak ada hal atau adegan yang terlalu sesitif, paling banyak hanya adegan “ciuman” saja.

Tahukah pengguna bahwa setiap film itu memiliki rating tersendiri. Maksudnya adalah setiap film juga memiliki batasan tersendiri yang tak boleh ditonton pada anak dengan umur sekian. Bahkan film kartun pun tidak sepenuhnya cocok untuk anak-anak dan memiliki batasan tersendiri. Ini dikarenakan banyak faktor, baik itu dari bahasa yang dipakai dalam film tersebut atau adegan yang tidak cocok untuk anak-anak.

Seperti adegan ciuman pada kartun, menurut peraturan perfilman di USA masih diperbolehkan ditonton untuk anak-anak atau ditandai dengan tanda PG dengan syarat ciuman itu tidak terlalu berlebihan hingga menimbulkan motif yang tidak baik untuk anak-anak. Contohnya saja film kartun Frozen atau Cinderella, dibagian akhir terdapat adegan ciuman sebentar.

Baca juga: Cara tonton film di amazon prime tanpa ada batasan negara

Bukankah menyulitkan diri sendiri apabila pengguna ingin menyuguhkan film kepada keluarga dan pengguna harus melihat film itu terlebih dahulu untuk mengetahui cocok tidaknya nantinya ketika diputar bersama-sama keluarga. Pastilah bagi pengguna itu tidak akan lagi menjadi kebahagian karena sebelumnya sudah pernah menontonnya seorang diri dan keseruan menonton bersama-sama pudar akibat itu.

Untuk itulah artikel ini dibuat untuk membuat pengguna bisa menyuguhkan film kepada keluarga atau mungkin anak-anaknya supaya pengguna tak perlu menontonnya terlebih dahulu. Yaitu dengan bantuan situs IMDB dan fitur Parents Guide yang disediakan disana.

  1. Buka situs IMDB dan cari film yang akan ditonton disana pada kolom pencarian yang disediakan dibagian atas. Contohnya disini adalah film Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children.

    Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film untuk Anak-Anak dan Keluarga

  2. Di halaman detail film tersebut sudah tampil dibagian atas sebelah durasi, bahwa film ini cocok dilihat untuk anak usia 13 keatas ditandai dengan tanda PG-13.

    Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film untuk Anak-Anak dan Keluarga

  3. Untuk melihat lebih lengkap lagi, skroll kebawah dan cari tulisan Parents Guide dan klik pada View content advisory.

    Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film untuk Anak-Anak dan Keluarga

  4. Nah dibagian inilah pengguna bisa menyimpulkan sendiri apakah film ini cocok untuk keluarga atau anaknya.

    Cara Mengetahui Pantas Tidaknya Suatu Film untuk Anak-Anak dan Keluarga

  5. Apabila pengguna tidak mengerti Bahasa Inggris dengan baik, gunakan peramban Chrome karena peramban tersebut bisa menerjemahkan langsung dengan bantuan Google Translate.

Hanya dengan cara ini pengguna tak perlu ragu lagi apabila ingin menonton film bersama-sama tanpa perlu melihatnya sendiri terlebih dulu. Dari fitur Parents Guide yang ada di IMDB ini terbilang lengkap dalam menyimpulkan segalanya, termasuk kata kotor, perkelahian, adegan bersetubuh dan ciuman, sampai kata kotor.

Apakah peraturan menonton film ini sama seperti di Indonesia? Saya rasa itu hanya berbeda sedikit, karena rata-rata di Indonesia film yang terdapat adegan ciuman hanya boleh dilihat pada remaja 17 tahun keatas.

Berbeda lagi jika film diputar pada tayangan TV nasional, adegan seperti perkelahian atau lain-lain yang mengandung unsur tidak baik langsung dilewati bahkan untuk kartun sekalipun.

Baca juga: Situs untuk menonton video anime paling lengkap

Jadi sekarang pengguna tentu sudah tahu dengan pasti film mana yang sekiranya cocok untuk dilihat anak-anak. Saat ini menurut Saya sendiri satu film kartun yang pantas ditonton untuk semua umur adalah Winnie the Pooh karena tak ada kata kasar, kekerasan, dan bahkan alur ceritanya sangat mudah untuk dicerna.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment