≡ Menu

Beberapa Hal Yang Harus Dilakukan Setelah ROOT Android

Root Android dan hal selanjutnya yang harus dilakukan

Ada Berbagai hal yang membuat orang ingin sekali melakukan rooting pada ponselnya, dan adapula yang melakukan rooting hanya untuk hal yang kurang bermutu, contohnya saja melakukan root hanya untuk curang pada aplikasi dengan berbagai alat yang tersedia tanpa memikirkan akan terjadi apa jika ponsel tersebut mengalami hal yang tidak diinginkan. Pastinya setiap orang ingin sekali memiliki ponsel yang tidak ada kemungkinan untuk rusak, bahkan jika mengalami kesalahan masih bisa diatasi sendiri. Begitu pula dengan melakukan rooting, orang tersebut harus bertanggung jawab sendiri apbila ponselnya mengalami hal yang tidak diinginkan seperti brick. Ada berbagai macam kesalahan yang ada pada smartphone Android setelah di ROOT, dan tidak hanya sekdedar bootloop saja.

Untuk saat ini kesalahan yang banyak dialami oleh orang adalah bootloop, ini terjadinya karena gagal sistem, dimana terdapat komponen yang mengalami corrupt dan menghalangi proses booting. Jadi akan hanya ada pada logo saja lalu kembali restart hingga seterusnya. Kejadian seperti ini jika tidak terlalu bermasalah, bisa diatasi dengan factroy reset, tapi jika parah bisa juga melakukan flash dari ponselnya sendiri menggunakan recovery yang lebih lengkap diberi nama CWM. Pada bagian CWM sendiri sudah diberikan fitur backup dan restore, jadi apabila ponsel mengalami kerusakan sistem, jika memiliki file cadangan (backup) masih bisa dikembalikan lagi (restore).

Hanya saja masalahnya terjadi apabila orang terlalu bersemangat bermain game, dan mengalami kekalahan yang sering, jadi akan melakukan hal apapun untuk menang, contoh kecilnya adalah menginstall aplikasi bantuan dan perlu akses root untuk melanjutkannya, jadi orang tersebut melakukan root hanya demi bermain curang tanpa mengetahui efek sampingnya. Sebenarnya itu salah, karena ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk pengguna ponsel Android berstatus root. Ponsel yang telah diroot, otomatis bagian sistem akan terbuka dan bisa terbaca, dan untungnya masih ada aplikasi sejenis superuser yang membantu mencegah suatu hal masuk dari aplikasi, jadi dibuatkan persetujuan sebelum aplikasi bisa melakukan read atau write dalam sistem.

Contoh sederhana lainnya disaat pengguna Android bermain WiFi dan koneksinya sangat lambat. Dan mencari cara di Google untuk mematikan koneksi orang lain pada WiFi dan terdapat aplikasi untuk melakukan hal tersebut, namun pada aplikasi itu memerlukan akses root, dan pengguna tersebut langsung saja melakukan root tanpa mengetehaui hal apa yang akan terjadi disaat ponselnya dalam keadaan root. Saya ulangi lagi bahwa hal tersebut bahaya jika tidak mengerti sepenuhnya istilah root pada Android, sebab lebih banyak kesalahan yang ada dan untuk memperbaikinya juga tergolong sedikit rumit. Supaya hal yang tidak diinginkan tidak sepenuhnya terjadi, akan lebih baik simak dibawah ini, beberapa hal yang harus dilakukan setelah ponsel Android dalam keadaan ROOT.

  1. Install CWM Permanen – Ini hal yang Saya utamakan karena ponsel Android membutuhkan penyelamatan pertama, dan itu adalah CWM, sebuah recovery yang sudah diubah dan memiliki fitur yang lebih banyak ketimbang recovery default. Silahkan lakukan backup setelah menginstall, supaya jika ponsel Android mengalami soft brick bisa diatasi dengan cara restore saja.
  2. Install Busybox – Percaya ataupun tidak, banyak sekali aplikasi yang menginginkan akses root, membutuhkan busybox untuk performa yang lebih baik. Dengan menginstall busybox ini sangat membantu memberikan program khusus didalam sistem dan tentunya tidak akan ada efek sampingnya untuk menginstall busybox ke system.
  3. Pasang Antivirus – Dikarenakan sistem yang terbuka, akan lebih baik menginstall sebuah aplikasi antivirus. Dengan bantuan antivirus, setiap aplikasi yang terinstall akan langusung dipindai dan dilihat didalam apakah mengandung virus atau tidak. Karena sebagian aplikasi yang tidak terdapat di playstore memberikan kejutan yang spesial berjenis virus.
  4. Pasang Aplikasi Penghemat Baterai – Ponsel yang sudah diroot, kadang penggunanya memperlakukan ponselnya secara berlebihan, contohnya saja memaksakan ponselnya untuk memainkan game HD yang luar biasa besarnya. Hal ini bisa diminimalisir dengan aplikasi penghemat baterai khusus ROOT, yaitu Greenify.
  5. Pasang Link2SD – Biasanya pada superuser sudah disediakan alat untuk menghapus aplikasi tidak penting dari sistem, seperti bawaan yaitu BBM, Facebook, Twiiter, dan social media lainnya. Tapi supaya internal memory tidak penuh, bukankah lebih baik untuk dipindahkan saja ke SDCard? Nah untuk melakukan hal tersebut bisa menggunakan aplikasi bernama Link2SD.
  6. Pasang Titanium Backup – Dengan bantuan aplikasi bernama Titanium Backup ini, pengguna bisa melakukan backup pada aplikasi yang ada beserta data yang didalamnya, dan bisa dilakukan restore beserta datanya. Bisa juga melakukan pembekuan aplikasi yang bersifat seperti melarang aplikasi untuk hidup kecuali dilakukan pencairan, dan aplikasi tersebut bisa hidup kembali dan dapat dibuka.
  7. Pasang Terminal Emulator – Tidak hanya membantu dalam bidang penjalanan program, tapi dengan terminal ini bisa membantu untuk melakukan sesuatu dan sudah disediakan fitur khusus untuk ponsel yang di ROOT. contoh kecilnya bisa menuju recovery lebih mudah, menjalankan opernvpn, menjalankan ffmpeg, dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem pasti ada.

Dari sekian cara diatas sudah bisa memastikan bahwa ponsel benar-benar aman ketika dilakukan ROOT terhadap program jahat maupun hal yang tidak diinginkan. Tidak ada hal yang bisa menjadi masalah apabila mengikuti aturan dengan benar. Dengan memasang CWM permanen bisa membuat ponsel lebih mudah ditangani ketika mengalami soft brick semacam bootloop, jadi bisa melakukan restore data dari backupan yang dimiliki. Lalu menginstall busybox, untuk membuat ponsel bekerja lebih baik lagi dan memiliki fitur yang lebih banyak, dan pada dasarnya banyak sekali aplikasi khusus root yang menyarankan untuk menginstall busybox supaya semua fiturnya dapat digunakan.

Semua fitur busybox bisa dilihat dari terminal, contohnya wget, cron, dan lain-lain. Dikarenakan dengan melakukan root ini daya yang dikeluarkan lebih tinggi akibat penggunaan yang berlebihan atau dilakukan pemaksaan seperti melegakan RAM dengan cara menghentikan dari aplikasi system, padahal aplikasi sistem tersbut akan memulai lagi, dan dihapus lagi. Jadi hal itu bisa dikurangi dengan memasang aplikasi penghemat baterai yang digunakan untuk hibernasi aplikasi supaya tidak berjalan otomatis ketika pengguna membukanya sendiri. Masih ada banyak sekali hal yang membuat ponsel semakin canggih ketika dilakukan root, bisa melakukan hal yang lebih seperti meretas wifi yang memiliki wps, memotong koneksi wifi, melakukan semacam tweak pada jaringan 3G supaya lebih cepat, misalkan dilakukan penambahan DNS langsung dari system. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan berkomentar.

Semoga bermanfaat dan Selamat mencoba

About the author: Apapun yang Saya ketahui dan Saya bagikan. Semuanya berawal dari masa yang disebut pembelajaran.

{ 18 comments… add one }
  • amran October 13, 2017, 10:12 pm

    Ok cara meng upgrade sistem UI gimana om, dari lolipop ke oreo

    • rrobyf October 14, 2017, 9:46 am

      SystemUI tidak bisa di-upgrade. Akan tetapi masih bisa di modifikasi untuk dijadikan seperti OS Android yang diinginkan.

      Agan bisa mengunduh SystemUI pada grup facebook sesuai tipe ponsel yang digunakan atau melakukan modifikasi secara manual dengan cara decompile dan recompile.

  • Mochamad Dandi September 25, 2017, 4:41 am

    Bro min, kalo hp xiaomi mi4 kan ga ada SDcard buat external. Apa bisa di root?

    • rrobyf September 25, 2017, 11:38 am

      Segala ponsel bisa diroot kok, cuma berbeda-beda saja metodenya. Sebaiknya agan gabung ke grup Facebook yang membahas tentang ponselnya dan menanyakan “cara ngeroot” disana.

  • Andri June 19, 2017, 3:50 am

    cara instal cwmnya gimana??

  • andri May 26, 2017, 10:34 am

    bro saya mau root hp saya tapi klo gag instal cwm apa dampaknya?

    • rrobyf May 26, 2017, 11:44 am

      Kalo tidak memasang CWM atau TWRP bakal kesulitan apabila ponselnya mengalami bootloop. Karena ponsel yang sudah diroot berpotensi bootloop apabila digunakan untuk mengalihkan sistem berkali-kali. Jadi intinya CWM hanya untuk jaga-jaga saja untuk mengatasi softbrick.

  • fio November 27, 2016, 2:22 pm

    apakah boleh pada saat kondisi hp mau di root tidak menginstall CWM

    • rrobyf November 28, 2016, 10:43 am

      Justru kebanyakan ponsel yang belum diroot masih tidak menginstall CWM

  • ayi October 27, 2016, 7:22 am

    Itu apk harus di instal semua.

    • rrobyf October 27, 2016, 11:29 am

      Disarankan iya. Tapi tergantung kebutuhan juga dan diatas tidak hanya sekedar APK saja.

  • tommy September 7, 2016, 3:20 am

    Apa bedanya backup melalui cwm dan aplikasi titanium backup ? Terimakasih

    • rrobyf September 7, 2016, 9:56 am

      Melakukan backup dari CWM lebih komplit atau dengan maksud bisa untuk mengatasi ketika ponsel mengalami soft brick sejenis bootloop. Sedangkan jika pada Titanium Backup berguna untuk melakukan backup kebanyakan hanya untuk aplikasi dan data sistem, kontak, pesan, dan tidak bisa melakukan backup penuh layaknya CWM.

  • LEo June 30, 2016, 4:38 am

    Saya sudah root tapi saya tidak mengerti apa yag harus saya lakukan berikutnya, jika saya instal aplikasi tetap ada notif memori hampit peruh, dan google play susah di akses

    • rrobyf July 1, 2016, 3:34 am

      Sebaiknya memasang aplikasi menuju memory external supaya tidak muncul pemberitahuan itu lagi dan mulai mencopot pemasangan aplikasi yang tidak diperlukan sejenis bloatware.

  • Yanto May 9, 2016, 12:00 pm

    Android saya sudah saya root tp saya pasang aplikasi root tidak berfungsi

    • rrobyf May 10, 2016, 11:43 am

      Bisa jadi proses root tidak sepenuhnya berhasil dan harus dilakukan ulang.

Leave a Comment